asrulabdullah.com

All About Asrul, Tutorial HTML5 & CSS3, Web Designer

03 Jul 2013

Matahari bukti Kebesaran ciptaan Tuhan

Ketika saya lagi duduk-duduk santai di siang hari, saya merasakan agak sedikit panas ternyata matahari mulai naik. Asyik, cuaca yang sangat cerah kalau begitu. Enak buat cuci baju, cuci motor, dan berjemur. Hehehe. Maklum karena keturunan China jadi kalau kelamaan tidak berjemur kulit agak sedikit bintik merah-merah. Ok, kembali ke jalan yang benar lagi. Matahari, sebuah bintang raksasa meskipun bintang kecil diantara para raksasa dari galaksi lain. Betapa indahnya ciptaan Allah, tanpa adanya matahari niscaya planet-planet termasuk bumi akan gelap dan bahkan beku. Matahari sangat panas, di permukaan matahari selalu terjadi ledakan sehingga menghasilkan lidah api raksasa yang ukurannya 40 atau 50 kali lebih besar dari bumi kita. Panas yang diberikan matahari akan sangat tinggi selama musim panas. Padahal jarak bumi dan matahari itu sungguh jauh sekitar 150 juta kilometer dan hanya 0,2 persen dari panasnya yang benar-benar mencapai bumi. Dulu ketika saya belajar fisika, temperatur di permukaan matahari adalah 6000 derajat Celcius dan 12 juta celcius di dalamnya.

matahari terbit barat Matahari bukti Kebesaran ciptaan Tuhan
Apa artinya dengan dahsyat suhu sebesar itu dengan penduduk bumi ? Allah telah menciptakan jarak yang sempurna antara bumi dan matahari. Apabila jarak matahari lebih dekat dengan kita, maka semua yang ada di bumi akan menguap dan terbakar. Begitu juga apabila jaraknya lebih jauh dari saat ini, maka semua daerah akan tertutupi es. Dengan begitu, tentu saja kehidupan akan mustahil terjadi. Coba kita bayangkan daerah kutub yang tidak banyak mendapatkan sinar matahari atau daerah ekuator kayak daerah ku yang mendapatkan lebih banyak panas. Namun, perbedaan suhu ini menyebabkan terciptanya iklim moderat di bumi secara keseluruhan dna iklim inilah yang menyokong terwujudnya kehidupan. Hal tersebut adalah salah satu tanda dari tidak terhitungnya bukti cinta Allah kepada manusia. Ukuran matahari sebegitu besar juga telah sesuai untuk menunjang kehidupan manusia di muka bumi. Hal ini termaktub dalam Al-Quran dalam surah An-Nahl ayat 12.

وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya). (QS. An Nahl, 12)

Selain itu juga ada ayat lain tentan hal ini yaitu Al Furqan ayat 61

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.(QS. Al Furqan : 61)

Sungguh kebesaran Allah. Subhanallah. Ada matahari pasti ada bulan, ibarat kepingan mata uang satu sama lain memiliki arti. Matahari itu diibaratkan hati dan bulan diibaratkan adalah akal/otak.

Posted by in Inspirasi and Tags:

Comments closed.